Oleh: djarotpurbadi | Oktober 4, 2008

Mengenali dan Melihat dengan Hati.

Oleh: Djarot Purbadi, Sudaryono dan Achmad Djunaedi

Andy F Noya, seorang tokoh dunia televisi terkenal karena acara Kick Andy di Metro TV. Ia telah berhasil menciptakan warna spiritual – edukatif bahwa televisi mampu menjadi sarana untuk mengubah dan mendorong kemajuan hidup manusia tanpa harus kehilangan nilai hiburan. Ia hebat karena sukses menyodorkan acara unik yang mengangkat sisi kelemahan manusia – manusia biasa yang ternyata menyimpan kekuatan hebat luar biasa. Ia mampu menyajikan hiburan berkategori human interest yang menghasilkan efek perubahan positif bagi para pemirsa yang mampu melihat dengan hati. Andy ternyata telah berhasil mengajak pemirsa televisi untuk menjadi penonton yang berhati cerdas tanpa harus menggurui.

Menonton Kick Andy memang harus dengan hati, sebab jika hanya dengan akal, maka penonton akan kecewa ketika yang diangkat adalah Kangen Band. Sebab jika yang dipakai ukuran adalah kualitas musik dan wajah para personelnya, maka Kangen Band hanya dipandang sebagai band kampungan. Kick Andy tetap menayangkan sosok Kangen Band karena pertimbangan khusus, yaitu makna perjuangan mereka. Semua personelnya berasal dari keluarga yang kurang beruntung. Ada yang bapaknya penarik becak dan ibunya penjaja makanan keliling. Sementara mereka sendiri ada yang pernah jualan cendol, kenek angkot, dagang sandal di kaki lima, dan kuli bangunan. Dibalik latar belakang yang unik seperti itu mereka ternyata berhasil menorehkan sukses yang kontroversial. Musik mereka dikecam tetapi album perdana sukses dan menyabet penghargaan platinum !

Menonton dengan hati akan membuat manusia sadar bahwa hidup penuh dengan misteri. Hidup itu penuh perjuangan untuk menggapai posisi yang lebih baik. Melihat episode perjuangan manusia-manusia lemah yang gigih berjuang mampu membuka hati bahwa setiap orang memiliki hak dan kesempatan untuk sukses dalam kehidupannya.

Hidup memang penuh misteri. Hati yang cerdas akan mampu melihat ada nilai-nilai kemanusiaan yang memiliki kekuatan luar biasa untuk mendorong perubahan, mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Melihat dengan hati mampu menembus kabut pengecoh visual, bahwa dibalik penampilan yang sederhana terdapat nilai-nilai yang dibutuhkan untuk menjadi manusia yang semakin manusiawi dan religius. Ya, nilai-nilai yang membanggakan !

Sumber inspirasi: Imam Risdiyanto, 2008, Andy’s Corner: Kumpulan Curahan Hati Andy F. Noya, Yogyakarta: Penerbit Bentang Pustaka Utama.

————–

Ir. Y. Djarot Purbadi, MT, kandidat doktor Arsitektur pada Program Pasca-sarjana Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Ir. Sudaryono, M.Eng.PhD, asisten profesor pada Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Ir. Achmad Djunaedi, MUP, Ph.D, profesor pada Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada


Tanggapan

  1. Yang namanya kebudayaan adalah hasil (produk) olah hati (rasa) manusia, sedang peradaban adalah hasil (produk) olah pikir manusia.

    Jadi begitulah manusia, dia punya kebudayaan sekaligus peradaban. Hal ini tidak dipunyai oleh makhluk lain di muka bumi ini..

    Tapi, untuk urusan hati… Tidak semua hati bisa jujur, tidak semua hati bisa bijaksana, tidak semua hati bisa memihak pada kebenaran… dst.
    Begitulah manusia. Namun, ada hati yang bisa jujur, bisa bijaksana, bisa memihak kepada kebenaran… Yaitu, hati yang telah tersinari oleh nur Ilahi, hati yang tidak terbelenggu lagi oleh nafsu-nafsu rendah manusia..

    Selanjutnya budaya manusia pada hakekatnya selalu berada pada suatu ketetanggangan antara humanisasi dan dehumanisasi… Itulah kodrad manusia… Jadi tidak semua kebudayaan itu baik, sebab ada kebudayaan yang menjurus kearah dehumanisasi. Yaitu kebudayaan produk hati yang tidak tersinari nur Ilahi…

    Begitulah, kenyataan fitrah manusia…

    Salam,
    Cahyo Hatta

  2. Kata Andy Noya, hati biasanya lebih jujur….

  3. Mestinya ada referensi yang lebih luas, jangan Andy Noya sentris..
    Kalau membahas tentang hati, banyak sekali referensi yang dapat digali.
    Saat ini banyak sekali pembahasan tentang hal ini… Dan urusan hati sangat berkaitan dengan nilai spiritualitas….. Seperti ada manajemen qolbu (baca: hati) gagasannya Aa Gym.. dst.

  4. Yah aku harus jujur sejak dalam hati, bahwa fenomena Andy Noya sangat cocik (cocok banget) untuk dipinjam caranya melihat fenomena kontroversial atau yang remeh dan menjumpai nilai-nilai yang tersembunyi di balik penampilannya. Apakah fenomena kearifan lokal arsitektur nusantara juga seperti itu di dalam hatiku ? Mungkin saja. Sebab, kata prof Galih WP…kita kebanjiran budaya luar dan kurang mengenal budaya sendiri…maka aku mengajak kita kembali ke warisan kita dengan melalui hati yang terbuka, cerdas dan jujur. Referensi lain ttg hati bisa saja bagus, tetapi menurutku yang cocok ya baru itu. Untuk memakai satu cara itu-pun harus latihan terus biar hati semakin tajam ! Lain kali bisa ditambah deh.

    Salam,
    Djarot Purbadi

  5. wah Pak Djarot sekali lagi kita punya kegemaran yg sama….
    Kick Andy sampai saya buatkan linknya dari blog saya…menonton acara ini ibarat “mencuci hati” yg penuh sesak dengan keseharian kita yg kadang dipenuhi hal2 yg penuh kemunafikan dan kepalsuan belaka… Di acara ini banyak orang2 yg hidupnya penuh makna dan kearifan seolah memberi pelajaran hidup bagi orang2 yg sudah “lupa” kemana dia harus berpijak..


Beri tanggapan

Your response:

Kategori