Dear All,
Tanggal 6 Juli 2009 telah terbit buku tentang desa Kaenbaun berjudul “Mengenal Desa Kaenbaun, Perjumpaan melalui Penelusuran Fenomena Visual” oleh penerbit Pustaka Mutiara Indonesia. Buku tersebut penuh dengan foto perjalanan kami untuk mengenal desa Kaenbaun dari aspek visual yang dikumpulkan dengan pendekatan fenomenologi Husserl yang diterapkan dalam arsitektur. Buku tersebut tebalnya sekitar 150 halaman full color tersedia dalam format pdf dengan besaran file sekitar 9 Mb.
Buku tentang Desa Kaenbaun ini dibuat untuk dipersembahkan kepada Pater John Salu, SVD dalam rangka ikut merayakan pesta perak Imamatnya dan sebagai tanda syukur atas pendampingan beliau dalam penelitian untuk disertasi dalam ilmu arsitektur tentang desa Kaenbaun yang saya kerjakan. Matur nuwun Pater John, semoga selalu sehat dan bahagia menjadi pekerja di ladang Tuhan.
Bagi para peminat yang menginginkannya dapat mengirim email kepada kami, yaitu kaenbaun@gmail.com dan akan dikirim via email. GRATIS.
Salam,
Djarot Purbadi

sampul buku kaenbaun
Pak Djarot yang baik, sebagi orang Kaenbaun, paman John Taus mengucapkan terima kasih karena pak Djarot telah memperkenalkan desa terpencilku,Kaenbaun dari lembah Bikani sehingga sekarang banyak orang telah mengenalnya. Semoga orang-orang Kaenbaun terus berjuang agar suatu saat bisa lebih maju dari sekarang dan semoga amal bakti pak Djarot senantiasa mendapat berkat berlimpah dari Allah Pencipta Semesta alam. Terus berjuang, doa para leluhur dari orang Kaenbaun tetap menyertai setiap langkah hidup pak Djarot. Palate… !
Oleh: John Taus on Agustus 15, 2009
at 7:13 am
Buku ini bgus seX isinya,,dpt memberikan pengetahuan kepada kami generasi muda kaenbaun yg sudah lama di rantau orang…Saya dapat ebook nya dari Om saya Om John Taus..stlh saya baca saya jadi banyak tahu ttg sejarah leluhurku di kaenbaun..Thanks semua…By : Ferdynandus Felix Tasaeb Manuk, S.Kep., Ners.
Oleh: nurse87 on Oktober 1, 2009
at 4:47 am
pak djarot yang terhormat, saya sangat terkesan dengan tulisan bapak tentang pendekatan arsitektur melalui fenomenologi. barangkali melalui contoh di desa kaenbaun menjadi “best practice” bagi saya. mohon dikirimkan buku tentang desa kaenbaun.
terima kasih
tri wahyusidi
Oleh: tri wahyusidi on Oktober 21, 2009
at 5:20 am
Dear sahabat, tentang pendekatan fenomebologi dalam arsitektur banyak kami diskusikan di APRF (http://forumriset.wordpress.com), nyaris menjadi mashab heheheee…..pendekatan itu juga saya gunakan dalam kegiatan merancang, selain membangun teori untuk suatu disertasi. Tetapi tentang buku Kaenbaun melalui fenomena visual tidak terlalu kental fenomenologinya, ya kira-kira lebih dari 60% lah. Jika ingin belajar bersama anda bisa komunikasi via email atau datang saja di posko kami di Jogja.
Oleh: djarotpurbadi on Oktober 21, 2009
at 4:32 pm
Yth. Pa Djarot
Bagaimana saya bisa mendapatkan buku Kaenbaun, apa sudah masuk ketoko buku, biar bisa nambah ilmu tentang cara menganalisis kasus dengan metode fenomenologi.
Oleh: ahda mulyati on Oktober 26, 2009
at 10:30 am
Bu Ahda, bukunya saya bagikan gratis dalam format pdf. Jika kita ketemu Kemisan bisa saya berikan atau minta teman yang sudah memilikinya. Perlu dicatat, buku itu hanya bercerita tentang fenomena visual dan belum masuk ke tahap analisis.
Oleh: djarotpurbadi on Oktober 26, 2009
at 5:47 pm
pak djarot,
saya sangat ingin terus belajar dan mendalami segala hal soal arsitektur nusantara. supaya tidak terlalau gagap mendesain, yang selama ini kebanyakan secara naluri menggunakan ilmu2 arsitektur barat. padahal kita punya segudang inspirasi nusantara, yang sayangnya masih tercecer di sana-sini dan kurang sekali diajarkan ke mahasiswa arsitektur. saya dan teman, antara lain melalui fb, mencoba mengumpulkan semua (ini mimpinya) data arsitektur nusantara. walaupun gerakan ini tersendat2 oleh kesibukan masing2. menyedihkan ya, negara kita belum mempunyai data lengkap kekayaan kita sendiri.
sekali waktu, kita mudah2an bisa ketemu ya pak. untuk sama2 mengumpulkannya =)
boleh saya dikirim email pdfnya buku bapak ini juga?
salam
Oleh: yu sing on Februari 18, 2010
at 11:44 am
Dear Sahabat, terima kasih atas responsnya. Untuk mengumpulkan harta karun arsitektur nusantara kita memang harus memulai dan meneruskan, sebab tidak bisa mengandalkan siapapun. Kerjasama lewat jaringan memang sangat diperlukan. Konon, arsitektur vernakular nusantara dan yang lain memang merupakan gudang inspirasi bagi karya-karya arsitektur kontemporer. Kekayaan itu bahkan menjadi Ibu Pertiwi bagi karya-karya arsitektur kita masa kini dan akan datang. Silahkan kontak saya via email, lebih baik ke alamat gmail, supaya saya kirimi naskah buku Kaenbaun ini.
Saya sudah melihat sedikit informasi di weblog anda, tampaknya anda memang arsitek yang kreatif !!! Selamat selamat selamat !!!
Salam,
Oleh: djarotpurbadi on Februari 19, 2010
at 3:37 pm
salam hormat,
buku ini sangat menggugah perasaan saya sebagai putra daerah..terimakasih pak Djarot…semoga Tuhan selalu menyertai setiap langkah bapak..apakah saya bisa mendapat buku ini pak?
Oleh: andri amabi on Maret 1, 2010
at 3:47 am
Oke, Bung Andri, ntar malam aku kirimkan bukunya ya, sebab speedy di rumah kadang seret. Terima kasih atas perhatian dan doanya.
Salam,
Djarot Purbadi
Oleh: djarotpurbadi on Maret 1, 2010
at 8:36 am